Langsung ke konten utama

Pernah Mikir Begini Nggak? Part 1

Kehidupan selalu ada hal baik dan hal buruknya tinggal bagaimana pemikiran tiap manusia menanggapinya. Kehidupan juga ada perbedaan contohnya aja siang dan malam, manusia dan laki-laki begitu juga pertemuan dan perpisahan. Allah ciptakan perbedaan itu karena punya maksud dan tujuannya, benar kan? 

Untuk kali ini ingin bahas dua point untuk part pertama yaitu,

•> Kenapa udah berusaha jadi orang baik tapi masih ada aja yang gak suka?

•> Kenapa setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan?

Menjadi manusia baik atau jahat itu pilihan loh ya, Kenapa? Karena Allah gak pernah menciptakan manusia untuk jadi manusia jahat, pilihannya ada pada diri kita sendiri mau jadi orang yang seperti apa. Tidak pernah rugi kok jadi manusia yang baik. 

Pernah mikir begini nggak? "Jadi orang baik nanti malah dimanfaatin dan pemikiran buruk lainnya." Atau udah berusaha menjadi baik namun ada aja yang nyinyirin gini, "Itu bicara aja masih suka ceplas-ceplos pengen berbuat baik biar dilihat orang terus dinilai baik gitu?" 

Tidak ada orang baik yang bilang dirinya baik. Penilaian itu bakal diberikan sama orang lain yang melihat kita secara luarnya saja namun Allah bakal memberikan penilaian untuk diri kita sejujur-jujurnya sesuai dengan niat kita dan perilaku yang dilakukan. Jadi kita harus bagaimana? Teruslah untuk berusaha jadi manusia baik, caranya? Banyak melakukan hal-hal positif sebar kebaikan sebisa mungkin, hal kecil yang kadang kita gak pernah tahu itu bisa jadi kebaikan contohnya, membuang sampah pada tempatnya sudah termasuk hal baik loh, memberikan senyum dan sapa juga sudah termasuk hal baik karena berusaha berbagi aura positif walau kadang tidak ditanggapi baik oleh orang lain. Mulai kurang-kurangin berfikir negatif, nyinyirin hidup orang lain dan hal buruk lainnya.

Intinya, jangan takut untuk terus berusaha menjadi manusia baik karena manusia baik sungguh diperlukan di bumi Allah yang luas ini.

Tiap pertemuan pasti ada perpisahan karena siklus hidup itu terus berputar, lingkup pertemanan juga jadi ikut berputar mulai dari teman-teman sekolah dasar bakalan pisah karena mereka punya tujuan sekolah menengah yang berbeda tapi jadi punya teman baru di sekolah menengah begitupun seterusnya. 

Allah buat perpisahan agar kita belajar menghargai waktu bersama orang-orang tersayang dan membuat kita belajar indahnya menjaga silaturahmi sama teman-teman walaupun udah pisah. Manusia punya kesibukannya masing-masing, benar, tapi nggak salah sempatkan waktu sedikit jika tidak berbenturan untuk bertemu kembali atau sekedar saling sapa lewat pesan juga bisa. Zaman sekarang komunikasi jadi lebih mudah.

Pernah Mikir Begini Nggak? "Niat sih ingin chat duluan cuman takut gak direspon udah lama gak ketemu soalnya, canggung banget mau mulai obrolan, gak tau mau obrolin apa." HAHA yang sama mari kita high five sama banget berarti sudah khawatir dan negative thinking duluan jadinya segala prasangka yang nggak baik bermunculan duluan. 

Tidak apa mulai obrolan duluan nggak direspon yaudah, bodo amat, yang penting udah berusaha dulu. Kalau memang merasa teman pasti sebisa mungkin dia sempatkan balas kalau nggak segera dibalas mungkin dia lagi sibuk, husnudzon aja kita juga nggak pernah tahu kan, kalau ternyata dia diam-diam mendoakan kebaikan untuk kita. 

Intinya, InsyaAllah manusia yang baik nggak perlu melulu chat setiap saat dan setiap hari wajib ketemu, tapi manusia yang baik tidak pernah lupa untuk mendoakan kebaikan keluarga, teman dan saudara seagamanya di mana pun berada.

_______________

Buat tulisan ini biar aku merasa tidak sendiri, kalian juga pernah memikirkan hal yang dibahas tidak? Kalau belum ada tunggu saja di Pernah Mikir Begini Nggak? part selanjutnya haha.

Mohon maaf banyak menggunakan kata tidak baku biar bisa dibawa enjoy jadi biar yang baca ngerasa ini tuh lagi sambil ngobrol eaak :)

Jika ada pertanyaan dan ingin cerita mengenai suatu hal boleh dm Instagram 

Ingin memberi masukan, kritik, maupun saran boleh kok dengan kalimat yang baik ya teman.

Salam,
Nai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang 2022

Dear Allah, Jika dulu selalu kupertanyakan, pertanyaan yang sama berulang kali tentang, "Mengapa harus hambamu ini? Mengapa harus diri ini, Ya Rabb?". Seiring berjalannya waktu aku menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Awalnya diri ini selalu menghibur diri dengan mengatakan pada diri sendiri, "Gapapa, artinya Allah sayang. Gapapa artinya Allah tahu kita mampu." Kadang selalu kupertanyakan juga, "Benarkah suatu saat Engkau akan memberikan makna dari setiap hal yang kupertanyakan tersebut?" Sekarang aku belajar bahwa memang benar akan semuanya.  Bahwa jika Allah tak kabulkan doa kita maka Allah hindarkan keburukan dari apa yang kita dambakan, Allah akan berikan namun pada waktu yang Allah kehendaki, bahkan mungkin Allah akan gantikan dengan yang lebih baik. Allah ajarkan bahwa benar, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S. Al-Insyirah : 5) Ya Rabb, terima kasih sudah selalu menemani langkah kaki ini, yang sering letihnya, yang se...

Nyatanya Semua Adil Sesuai Porsinya Tinggal Bagaimana Kita Menilainya

Selasa, 24 Mei 2022 Pagi ini pukul setengah enam lewat aku mengitari jalanan kota Palembang dengan kondisi cuaca yang sejuk dan udara dingin masih menyelimuti. Kali ini setelah sekian lama tidak keluar pagi melihat sibuknya lalu lintas banyak manusia membuat aku mengamati dengan amat baik apa yang terjadi pagi ini.  Para orang tua yang sibuk mengantar anaknya sekolah, para siswa yang sedang menuju sekolah dan orang-orang yang dalam perjalanan menuju kantor. Pagi ini aku melihat para polisi sudah bersiap mengatur lalu lintas memastikan bahwa lalu lintas pagi ini harus dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan. Aku yang berada di atas motor mengalihkan pandangan pada angkutan umum yang sedang berhenti menunggu para penumpang tidak jauh di depan aku melihat para pedagang sarapan pagi yang sedang sibuk melayani para pembeli untuk mengisi perut mereka dengan makanan agar menjadi energi. Begitu pula para ibu, bapak, mas dan mba berbaju kuning dengan sapu ditan...